Implikasi Etis dari Tekhnologi Informasi
1. Moral, Etika dan Hukum
Apakah
Moral?
Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku
benar atau salah. Kita mulai mempelajari peraturan – peraturan perilaku moral
sejak anak – anak.
“Lihat sebelum menyebrang jalan.”
“Jangan menarik rambur saudarimu.”
“Selalu ucapkan terima kasih.”
Tingkah laku itu adalah moral kita.
Apakah
Etika?
Etika (ethics). Berakar dari bahasa Yunani ethos,
berarti karakter. Semua individe bertanggung jawab pada masyarakat pada
perilaku mereka. Tidak seperti moral , etika dapat sangat berbeda dari satu
masyarakat ke masyarakat lain. Kita melihat perbedaan ini di bidang komputer
dalam bentuk perangkat lunak bajakan.
Apakah Hukum?
Hukum adalah peraturan perilaku formal yang
dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah, pada rakyat atau warga
negaranya. Hingga kini sangat sedikit hokum yang mengatur penggunaan komputer.
Kasus pertama kejahatan komputer pada
tahun 1966. Kriminal komputer lain dituntut berdasarkan UU federal sebagai
perilaku penipuan surat dan pencurian milik pemerintah. Peraturan komputer AS
dimulai tahun 1960-an dengan Freedom of
Information Act of 1966 dan Right to
Federal Privacy Act of 1978. Tahun 1984, Kongres AS menambahkan peraturan
komputer dengan menyetujui tiga UU federal khusu diterapkan pada kejahatan
komputer.
The Small Business Computer
Security and Educatin Act.
The Counterfeit Access and
Computer Fraud and Abuse Act.
The Trademark Counterfeiting Act.
-
Menempatkan Moral, Etika dan Hukum
dalam prespektif
Komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai – nilai
moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai, dan juga
hukum yang berlaku. Bidang yang sukar dari etika komputer inilah yang sedang
memperoleh banyak perhatian.
2.
Etika Dalam Bisnis di AS
Etika
bisnis di AS didasarkan pada tiga keyakinan dasar
-
Etika protestan
-
Etika persaingan bebas
-
Survival of the fittest dalam pasar kompetitif
Etika
Protestan
Benjamin
Franklin dapat di anggap sebagai pemberi justifikasi etis atas laba dengan
perkataannya “Tidur lebih awaldan bangun lebih pagi membuat orang lebih sehat,
makmue dan bijaksana.” Etika protestan mendorong kerja keras untuk menghasilkan
uang.
Etika
Persaingan Bebas
Didasarka
pada teori Adam Smith, yang menganjurkan kapitalisme laissez-faire, atau kebebesan berusaha tamba campur tangan
pemerintah. Dasar teori ini adalah keyakinan bahwa mementingkan diri sendiri
tidak merugikan masyarakat.
Survival
of the fittest
(yang
kuat yang bertahan) dapat diterima asalkan perusahaan bersaing secara wajar.
Alasannya, persaingan bekerja sebagai proses seleksi untuk memangkas perusahaan
– perusahaan yang m,emberi konstribusi paling sedikit pada kebaikan social.
Masyarakat AS percaya bahwa manfaat terbaik akan diperoleh jika bisnis swasta
dibiarkan hidup dan bersaing dalam pasar bebas. Perusahaan – perusahaan yang
bersaing akan akan menyediakan produk dan jasa yang lebih beragam dengan
kuantitas yang lebih banyak dan kualitas yang lebih baik, dari pada jika
perusahaan – perusahaan tersebut berada dalam sistem ekonomi lain. Masyarakat
mengharapkan bisnis beroperasi secara etis sehingga tidak menyalahgunakan
kebebasan tersebut.
3.
Perlunya Budaya Etika
Dalam
bisnis, banyak orang yang berpendapat bahwa suatu perusahaan mencerminkan
kepribadian pemimpinnya. Pengaruh Kolonel John Patterson pada National Cash
Register, atau pengaruh Thomas J. Watson Sr. pada IBM paruh utama abad ini
membentuk kepribadian perusahaan – perusahaan tersebut. Para CEO perusahaan –
perusahaan seperti Federal Express, Southwest Airlines, dan Wendy’s berpengaruh
sedemikian rupa pada organisasi mereka sehingga masyarakat cenderung memandang
perusahaan tersebut sebagai CEO itu sendiri. Hubungan antara CEO dengan
perusahaan merupakan dasar budaya. Manajemen puncak memimpin dengan member
contoh. Perilaku ini adalah budaya
etika.
Bagaimana
Budaya Etika Diterapkan
Tugas
manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar di seluruh
organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai. Para eksekutif
mencapai penerapan melalui suatu metode tiga lapis :
Corporate Credo
Adalah
pernyataan ringkas mengenai nilai – nilai yang di tegakan perusahaan/ tujuan
credo adalah menginformasikan orang – orang dan organisasi – organisasi di
dalam maupun di luar perusahaanmengenai nilai – nilai etis perusahaan. Credo
berasal dari Security Pacific Corporation, suatu bank yang berpusat di Los
Angeles, terdiri dari enam komitmen tujuan,
Komitmen internal :
1.
komitmen perushaan terhadap karyawan.
2.
komitmen karyawan pada perusahaan.
3.
komitmen karyawan pada karyawan lain.
Komitmen eksternal mencakup
perusahaan pada :
1. Pelanggan.
2.
Pemegang saham.
3. Masyarakat.
Program etika :
Suatu
sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas untuk mengarahkan pegawai dalam
melaksanakan corporate credo. Contoh
program etika adalah audit etika, auditor bertanya pada manajer penjualan
“pernahkah terjadi kita kehilangan bisnis karena karena kita tidak memberikan
hadiah pada peugas pembelian?”
Kode Etik Khusus Perusahaan
Kadang –
kadang kode ini diadaptasi dari kode etik industri tertentu.pada bab ini akan
dipelajari kode etik untuk profesi sistem informasi. Sebagian perusahaan
menemukan bahwa unit – unit organisasinya memerlukan suatu kode khusus
tersendiri,yang disesuaikan dengan aktivitas pemesaran. IBM’s Business Conduct
Guidelines (panduan perilaku bisnis IBM) merupakan contoh kode etik yang
disesuaikan dengan aktivitas pemasaran. Pegawai diingatkan untuk memperlakuakan
semua orang secara wajar, tidak membuat komentar yang merendahkan pesaing,
telah berlaku selama 30 tahun.
4.
Etika dan Jasa Informasi
Masyarakat
mengetahui bahwa komputer mengganggu privacy dan perangkat lunak di bajak.
Pandangan umum saat ini adalah bisnis perlu lebih berkomitmen pada etika
komputer.
Apakah Etika Komputer James H. moor, professor di
Darmouth mendefinisikan etika komputer sebagai analisis mengenai sifat dan
dampak social teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan
untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis.
Etika
komputer terdiri dari dua aktivitas utama dan manajer yang paling bertanggung
jawab atas aktifitas tersebut:
CIO
harus :
1. waspada
dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat.
2. karena
itu harus membuat kebijakan – kebijakan yang memastikan masyarakat bahwa
teknologi itu digunakan secara tepat.
Bukan
hanya CIO yang bertanggung jawab atas etika komputer, para manajer puncak lain
juga bertanggung jawab.
Alasan penting etika komputer
James
Moor, menyataklan ada tiga alas an utama minat masyarakat yang tinggi pada
komputer :
1.
Kelenturan logika (logical malleability)
Kemampuan
memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Komputer bekerja
tepat seperti yang diinstruksikan oleh programernya. masyarakat tidak takut
terhadap komputer. Sebaliknya masyarakat takut terhadap orang- orang yang
member perintah dibelakang komputer.
2.
Faktor Transformasi
Komputer
perusahaan pemesan dapat dihubungkan dengan komputer pemasok, dan pertukan
informasi dapat dilakukan melalui EDI (electronic
data interchange).
3.
Faktor Tak Kasat Mata (invisibility factors)
-
nilai
– nilai pemrograman yang tidak terlihat
-
Perhitungan
rumit yang tidak terlihat
-
Penyalahgunaan
yang tidak terlihat
Fakta
bahwa yang dikerjakan komputer pada dasarnya tidak terlihat. Masyarakat
mengharapkan bisnis diarahkan oleh etika komputer dan dengan demikian meredakan
kekhawatiran tersebut.
5.
Hak Sosial dan Komputer
Pada
pertengahan 1950-an, manajemen memutuskan bahwa penggunaan komputer akan
ditangani oleh para profesional komputer, yaitu :
1.
Programmer,
2.
analisis sistem,
3.
operator pengetahuan dan keahlian khusus komputer.
Keputusan
– keputusan mengenai bagaimana seharusnya komputer diterapkan masih dibuat oleh
segmen masyarakat yang relative kecil yaitu : end-user computing.
Hak atas komputer
Deborah
Johnson, professor pada Renselaer Polytechnic Institute, yakin baha masyarakat
memiliki hak atas akses komputer, keahlian komputer spesialis komputer dan
pengambilan keputusan komputer.
-
Hak atas Akses Komputer Ben shneidman, professor pada
University of Maryland at Collage Park, mengamati profesi komputer dan
menemukan bahwa “ aplikasi perangkat lunak dapat menjadi alat bantu untuk
memperbaiki pendidikan, memberikan pelatihan keahlian, mengurangi buta huruf
dewasa dan banyak lagi.” Menyadari hal tersebut , masyarakat berhak atas akses
komputer.
-
Hak atas Keahlian Komputer komputer telah menciptakan
pekerjaan menggunakan komputer atau memerlukan pengetahuan komputer, dalam
mempersiapkan pelajar untuk bekerja di masyarakat modern, pendidik sering
menganggap pengetahuan tentang komputer sebagai suatu kebutuhan.
Hak atas Informasi
Klasifikasi
hak asasi manusia dalam area komputer yang paling luas dipublikasikan adalah
PAPA yang dibuat Richard O. Mason. Mason seorang professor di Southern
Methodist University. PAPA merupakan singkatan dari privacy, accuracy
(akurasi), property (kepemilikan),
dan accessibility (aksesibilitas).
Hak atas Privacy Menurut Mason, para pengambil
keputusan mengambil nilai yang tinggi pada informasi sehingga mereka sering
menganggu privacy seseorang untuk mendapatkannya.
Hak atas Akurasi kegagalan sistem berbasis
komputer untuk mencapai tingkat akurasi yang diperlukan dapat menimbulkan biaya
pada masyarakat yang diukur dalam uang, jasa bahkan nyawa.
Hak atas
Kepemilikan kita
sering melihat para pemakai yang telah membeli hak untuk menggunakan perangkat
lunak jadi menggandakannya secara illegal, kadang – kadang untuk dijual
kembali. Para penjual perangkat lunak dapat menjaga hak milik intelektual
mereka dari pencurian melalui hak cipta, paten, dan perjanjian lisensi.
Pelanggaran perjanjian membuat pelanggan dapat dituntut di pengadilan.
Hak atas Akses untuk memiliki akses ke
informasi, seseorang harus memiliki perangkat lunak dan perangkat keras
komputer yang di perlukan, dan membayar biaya akses.
Kontrak Sosial Jasa
Informasi Mason
yakin bahwa untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus
masuk kedalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan
dugunakan untuk kebaikan social.
Kontrak tersebut
menyatakan bahwa :
-
Komputer
tidak digunakan untuk sengaja mengganggu privacy seseorang.
-
Setiap
ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer.
-
Hak
milik intelektual akan di lindungi.
-
Komputer
akan dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari
ketidaktahuan informasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar