Jumat, 02 November 2012

Implikasi Etis dari Tekhnologi Informasi (MC LEOD BAB 5)




Implikasi Etis dari Tekhnologi Informasi

1. Moral, Etika dan Hukum
Apakah Moral?
Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah. Kita mulai mempelajari peraturan – peraturan perilaku moral sejak anak – anak.
“Lihat sebelum menyebrang jalan.”
“Jangan menarik rambur saudarimu.”
“Selalu ucapkan terima kasih.”
Tingkah laku itu adalah moral kita.
Apakah Etika?
Etika (ethics). Berakar dari bahasa Yunani ethos, berarti karakter. Semua individe bertanggung jawab pada masyarakat pada perilaku mereka. Tidak seperti moral , etika dapat sangat berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Kita melihat perbedaan ini di bidang komputer dalam bentuk perangkat lunak bajakan.
Apakah Hukum?
Hukum adalah peraturan perilaku formal yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah, pada rakyat atau warga negaranya. Hingga kini sangat sedikit hokum yang mengatur penggunaan komputer. Kasus pertama kejahatan komputer  pada tahun 1966. Kriminal komputer lain dituntut berdasarkan UU federal sebagai perilaku penipuan surat dan pencurian milik pemerintah. Peraturan komputer AS dimulai tahun 1960-an dengan Freedom of Information Act of 1966 dan Right to Federal Privacy Act of 1978. Tahun 1984, Kongres AS menambahkan peraturan komputer dengan menyetujui tiga UU federal khusu diterapkan pada kejahatan komputer.
The Small Business Computer Security and Educatin Act.
The Counterfeit Access and Computer Fraud and Abuse Act.
The Trademark Counterfeiting Act.
-          Menempatkan Moral, Etika dan Hukum dalam prespektif
Komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai – nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai, dan juga hukum yang berlaku. Bidang yang sukar dari etika komputer inilah yang sedang memperoleh banyak perhatian.
2. Etika Dalam Bisnis di AS
Etika bisnis di AS didasarkan pada tiga keyakinan dasar
-          Etika protestan
-          Etika persaingan bebas
-          Survival of the fittest dalam pasar kompetitif

Etika Protestan
Benjamin Franklin dapat di anggap sebagai pemberi justifikasi etis atas laba dengan perkataannya “Tidur lebih awaldan bangun lebih pagi membuat orang lebih sehat, makmue dan bijaksana.” Etika protestan mendorong kerja keras untuk menghasilkan uang.
Etika Persaingan Bebas
Didasarka pada teori Adam Smith, yang menganjurkan kapitalisme laissez-faire, atau kebebesan berusaha tamba campur tangan pemerintah. Dasar teori ini adalah keyakinan bahwa mementingkan diri sendiri tidak merugikan masyarakat.
Survival of the fittest
(yang kuat yang bertahan) dapat diterima asalkan perusahaan bersaing secara wajar. Alasannya, persaingan bekerja sebagai proses seleksi untuk memangkas perusahaan – perusahaan yang m,emberi konstribusi paling sedikit pada kebaikan social. Masyarakat AS percaya bahwa manfaat terbaik akan diperoleh jika bisnis swasta dibiarkan hidup dan bersaing dalam pasar bebas. Perusahaan – perusahaan yang bersaing akan akan menyediakan produk dan jasa yang lebih beragam dengan kuantitas yang lebih banyak dan kualitas yang lebih baik, dari pada jika perusahaan – perusahaan tersebut berada dalam sistem ekonomi lain. Masyarakat mengharapkan bisnis beroperasi secara etis sehingga tidak menyalahgunakan kebebasan tersebut.
3. Perlunya Budaya Etika
Dalam bisnis, banyak orang yang berpendapat bahwa suatu perusahaan mencerminkan kepribadian pemimpinnya. Pengaruh Kolonel John Patterson pada National Cash Register, atau pengaruh Thomas J. Watson Sr. pada IBM paruh utama abad ini membentuk kepribadian perusahaan – perusahaan tersebut. Para CEO perusahaan – perusahaan seperti Federal Express, Southwest Airlines, dan Wendy’s berpengaruh sedemikian rupa pada organisasi mereka sehingga masyarakat cenderung memandang perusahaan tersebut sebagai CEO itu sendiri. Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya. Manajemen puncak memimpin dengan member contoh. Perilaku ini adalah budaya etika.


Bagaimana Budaya Etika Diterapkan
Tugas manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar di seluruh organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai. Para eksekutif mencapai penerapan melalui suatu metode tiga lapis :
Corporate Credo
Adalah pernyataan ringkas mengenai nilai – nilai yang di tegakan perusahaan/ tujuan credo adalah menginformasikan orang – orang dan organisasi – organisasi di dalam maupun di luar perusahaanmengenai nilai – nilai etis perusahaan. Credo berasal dari Security Pacific Corporation, suatu bank yang berpusat di Los Angeles, terdiri dari enam komitmen tujuan,
Komitmen internal :
1. komitmen perushaan terhadap karyawan.
2. komitmen karyawan pada perusahaan.
3. komitmen karyawan pada karyawan lain.
Komitmen eksternal mencakup perusahaan pada :
1. Pelanggan.
2. Pemegang saham.
3. Masyarakat.

Program etika :
Suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas untuk mengarahkan pegawai dalam melaksanakan corporate credo. Contoh program etika adalah audit etika, auditor bertanya pada manajer penjualan “pernahkah terjadi kita kehilangan bisnis karena karena kita tidak memberikan hadiah pada peugas pembelian?”

Kode Etik Khusus Perusahaan
Kadang – kadang kode ini diadaptasi dari kode etik industri tertentu.pada bab ini akan dipelajari kode etik untuk profesi sistem informasi. Sebagian perusahaan menemukan bahwa unit – unit organisasinya memerlukan suatu kode khusus tersendiri,yang disesuaikan dengan aktivitas pemesaran. IBM’s Business Conduct Guidelines (panduan perilaku bisnis IBM) merupakan contoh kode etik yang disesuaikan dengan aktivitas pemasaran. Pegawai diingatkan untuk memperlakuakan semua orang secara wajar, tidak membuat komentar yang merendahkan pesaing, telah berlaku selama 30 tahun.



4. Etika dan Jasa Informasi
Masyarakat mengetahui bahwa komputer mengganggu privacy dan perangkat lunak di bajak. Pandangan umum saat ini adalah bisnis perlu lebih berkomitmen pada etika komputer.
Apakah Etika Komputer James H. moor, professor di Darmouth mendefinisikan etika komputer sebagai analisis mengenai sifat dan dampak social teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis.
Etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama dan manajer yang paling bertanggung jawab atas aktifitas tersebut:
CIO harus :
1. waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat.
2. karena itu harus membuat kebijakan – kebijakan yang memastikan masyarakat bahwa teknologi itu digunakan secara tepat.
Bukan hanya CIO yang bertanggung jawab atas etika komputer, para manajer puncak lain juga bertanggung jawab.
Alasan penting etika komputer
James Moor, menyataklan ada tiga alas an utama minat masyarakat yang tinggi pada komputer :
1. Kelenturan logika (logical malleability)
Kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Komputer bekerja tepat seperti yang diinstruksikan oleh programernya. masyarakat tidak takut terhadap komputer. Sebaliknya masyarakat takut terhadap orang- orang yang member perintah dibelakang komputer.
2. Faktor Transformasi
Komputer perusahaan pemesan dapat dihubungkan dengan komputer pemasok, dan pertukan informasi dapat dilakukan melalui EDI (electronic data interchange).
3. Faktor Tak Kasat Mata (invisibility factors)
-          nilai – nilai pemrograman yang tidak terlihat
-          Perhitungan rumit yang tidak terlihat
-          Penyalahgunaan yang tidak terlihat
Fakta bahwa yang dikerjakan komputer pada dasarnya tidak terlihat. Masyarakat mengharapkan bisnis diarahkan oleh etika komputer dan dengan demikian meredakan kekhawatiran tersebut.

5. Hak Sosial dan Komputer
Pada pertengahan 1950-an, manajemen memutuskan bahwa penggunaan komputer akan ditangani oleh para profesional komputer, yaitu :
1. Programmer,
2. analisis sistem,
3. operator pengetahuan dan keahlian khusus komputer.
Keputusan – keputusan mengenai bagaimana seharusnya komputer diterapkan masih dibuat oleh segmen masyarakat yang relative kecil yaitu : end-user computing.
Hak atas komputer
Deborah Johnson, professor pada Renselaer Polytechnic Institute, yakin baha masyarakat memiliki hak atas akses komputer, keahlian komputer spesialis komputer dan pengambilan keputusan komputer.
-          Hak atas Akses Komputer Ben shneidman, professor pada University of Maryland at Collage Park, mengamati profesi komputer dan menemukan bahwa “ aplikasi perangkat lunak dapat menjadi alat bantu untuk memperbaiki pendidikan, memberikan pelatihan keahlian, mengurangi buta huruf dewasa dan banyak lagi.” Menyadari hal tersebut , masyarakat berhak atas akses komputer.
-          Hak atas Keahlian Komputer komputer telah menciptakan pekerjaan menggunakan komputer atau memerlukan pengetahuan komputer, dalam mempersiapkan pelajar untuk bekerja di masyarakat modern, pendidik sering menganggap pengetahuan tentang komputer sebagai suatu kebutuhan.
Hak atas Informasi
Klasifikasi hak asasi manusia dalam area komputer yang paling luas dipublikasikan adalah PAPA yang dibuat Richard O. Mason. Mason seorang professor di Southern Methodist University. PAPA merupakan singkatan dari privacy, accuracy (akurasi), property (kepemilikan), dan accessibility (aksesibilitas).
Hak atas Privacy Menurut Mason, para pengambil keputusan mengambil nilai yang tinggi pada informasi sehingga mereka sering menganggu privacy seseorang untuk mendapatkannya.
Hak atas Akurasi kegagalan sistem berbasis komputer untuk mencapai tingkat akurasi yang diperlukan dapat menimbulkan biaya pada masyarakat yang diukur dalam uang, jasa bahkan nyawa.
Hak atas Kepemilikan kita sering melihat para pemakai yang telah membeli hak untuk menggunakan perangkat lunak jadi menggandakannya secara illegal, kadang – kadang untuk dijual kembali. Para penjual perangkat lunak dapat menjaga hak milik intelektual mereka dari pencurian melalui hak cipta, paten, dan perjanjian lisensi. Pelanggaran perjanjian membuat pelanggan dapat dituntut di pengadilan.
Hak atas Akses untuk memiliki akses ke informasi, seseorang harus memiliki perangkat lunak dan perangkat keras komputer yang di perlukan, dan membayar biaya akses.
Kontrak Sosial Jasa Informasi Mason yakin bahwa untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus masuk kedalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan dugunakan untuk kebaikan social.
Kontrak tersebut menyatakan bahwa :
-          Komputer tidak digunakan untuk sengaja mengganggu privacy seseorang.
-          Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer.
-          Hak milik intelektual akan di lindungi.
-          Komputer akan dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari ketidaktahuan informasi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar